Palembang, 6/1/2011 (Kominfo-Newsroom) Kepala Dinas Pertanian,Peternakan, dan Kehutanan Kota Palembang Sudirman Teguh mengatakan,akibat lahan masih tergenang air pasang, produksi padi yangtersebar di sejumlah wilayah Palembang terancam menurunkualitasnya.
Namun secara kuantitas, produksi padi pada 2010 tidak menurun.Produksi padi tahun ini sebanyak 3,9 ton per hektare, ujarSudirman, melalui Kepala Seksi Tanaman Pangan Suyatno, diPalembang, Senin (3/1).
Jumlah 3,9 ton per hektare itu ditanam di lahan seluas6.682hektare. Namun, dari jumlah tersebut, sekitar 100 hektarelahan tidak bisa ditanam karena tergenang. Selain itu, padi jenisCiherang, Ciliwung, IR 64, dan IR 42, dan padi lokal jenis Siam,yang ditanam di ribuan hektare lahan itu, juga dikhawatirkanmenurun kualitasnya akibat air pasang.
Suyatno menerangkan, dalam satu tahun, petani di Palembangmenanam padi dua tahap. Tahap pertama, pada Maret, padi ditanam dilebak depan dan tengah. Tahap kedua, padi di tanam di lebak dalampada bulan Juni. Di lebak dalam inilah, yang masih banyak airtergenang.
Kalau dipaksakan menanam, akan berdampak pada kualitas padi.Karena tikus dan hama mudah berjangkit di air tergenang, kataSuyatno seraya menambahkan, selain air tergenang, penebaran benihyang kurang tepat, serta hasil benih yang kurang bagus, jugaberdampak pada kualitas padi.
Suyatno mengatakan, dengan kondisi seperti ini, maka petani padibelum melakukan penanaman karena takut hasilnya tak maksimal. Meskibegitu, Dinas Pertanian, Peternakan, dan Kehutanan Kota Palembangtetap berupaya membantu petani dengan cara memberikan penyuluhandan bantuan peralatan. (why/toeb)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar